Mereka yang Turun Kasta
Premier League sudah resmi berakhir, Arsenal akhirnya resmi menjadi juara setelah penantian 22 tauhu lamanya, lalu Manchester United kembali ke papan atas klasemen dengan menempati posisi tiga. West Ham secara mengagetkan turun kasta bersama Wolves dan Burnley, lantas mengapa 3 tim tersebut bisa mengarungi musim yang buruk? Mari kita bahas!
Burnley
Burnley memang menjadi tim yang kerap kali naik ke Premier League dan turun kasta ke Championship dalam beberapa turun terakhir. Tidak konsistennya tim tersebut tampaknya masih terjadi pada musim ini, padahal pada musim lalu Burnley berhasil finish di peringkat kedua Championship di bawah Leeds United.
Masalah Burnley pada musim ini adalah pengorbanan untuk berbenah ke arah yang lebih baik dengan tidak terlalu jor-joran mendatangkan pemain anyar. Kita lihat dua tim lain yang promosi pada musim lalu seperti Leeds United dan Sunderland.
Leeds United yang menjadi juara Championship mendatangkan kurang lebih 11 pemain dalam dua kali jendela transfer. Bahkan mereka mendatangkan Dominic Calvert-Lewin yang mempunyai pengalaman segudang bersama Everton di Premier League.
Nama-nama lain seperti Lucas Perri, Jaka Bijol, Anton Stach hingga Noah Okafor didatangkan dan langsung menjadi pemain andalan Leeds United pada musim ini. Hasilnya bisa kita lihat, Leeds akhirnya bisa bertahan di Premier League musim ini.
Yang lebih gila lagi adalah Sunderland, tim yang lolos ke Premier League melalui zona playoff hampir mendatangkan 18 pemain dari dua kali jendela transfer. Bahkan mereka dengan berani mendatangkan Granit Xhaka yang syarat pengalaman bersama Arsenal dan baru saja menjadi juara Bundesliga bersama Bayer Leverkusen.
Dengan para pemain baru, Sunderland langsung bermain padu. Mereka menjalani musim pertamanya di Premier League setelah promosi dengan baik. Bahkan bisa finish di peringkat ketujuh dan berhak berpartisipasi di ajang Europa League pada musim depan.
Sedangkan Burnley hanya mendatangkan beberapa pemain dan dengan kualitas yang tak begitu baik dan langsung bisa siap bermain di Premier League. Mereka memang mendatangkan pemain senior seperti Kyle Walker dan Dubravka, namun dua nama tersebut tidak mampu mendongkrak Burnley yang akhirnya terdegradasi pada musim ini.
Wolves
Musim ini menjadi musim yang paling buruk untuk Wolves dengan menempati posisi paling akhir dan hanya meraih tiga kemenangan, 11 kali hasil imbang dan 24 kali menelan kekalahan. Hasil buruk Wolves terjadi di balik layar dengan manajemen kurang dalam segi pendanaan yang berujung kepada pembelian pemain berkualitas.
Wolves tidak melakukan pembelian mahal yang berimbas pada kualitas permainan mereka pada musim ini. Bahkan pemain terbaik mereka yang selalu menjadi andalan di awal musim yakni Strand-Larsen harus dijual ke Crystal Palace pada jendela transfer musim dingin.
Sebagai gantinya, Wolves yang mendapatkan dana segar dan sangat bisa mendatangkan pemain berkelas hanya mendatangkan Adams Armstrong dari Southampton yang berkutat di Championship. Selain itu, terjadi penurunan performa pemain yang sebenarnya bermain apik di musim lalu.
Hwang Hee-chan tidak terlalu bermain bagus pada saat ini padahal di musim lalu selalu menjadi andalan Wolves di lini depan. Begitu juga dengan Joao Gomes dan Andre yang belakangan selalu kalah dalam duel di lini tengah. Kesalahan kolektif inilah yang membuat Wolves akhirnya terdegradasi pada musim ini.
West Ham

Degradasinya West Ham pada musim ini menjadi kabar mengejutkan untuk sepakbola Inggris, pasalnya tim London tersebut akan kembali ke Championship setelah 14 tahun lamanya. Dengan skuad yang sebenarnya mumpuni West Ham tidak seharusnya turun ke kasta kedua sepak bola Inggris tersebut.
Masalah West Ham terjadi dari kepercayaan presiden klub kepada pelatih, pada musim ini West Ham sudah melakukan pergantian tiga kali pelatih. Di awal musim mereka dilatih oleh pelatih berpengalaman asal Spanyol, Julen Lopetegui, namun kiprah pelatih Spanyol tersebut hanya bertahan hingga Januari 2025.
Tim manajemen langsung menunjuk Graham Potter untuk mengisi kursi kepelatihan, hasilnya hasil buruk demi hasil buruk terus diraih oleh mantan pelatih Chelsea tersebut yang membuat Potter manajemen kembali memutuskan memecatnya pada September 2025.
Manajemen bergerak cepat dengan langsung menunjuk Nuno Espirito Santo yang baru saja dipecat Nottingham Forest untuk menjadi pelatih. Bersama pelatih Portugal tersebut, permainan West Ham pun tampaknya sedikit membaik, mereka perlahan bangkit dari jurang degradasi.
Namun sialnya mereka harus menjalani pertandingan berat di beberapa pekan terakhir Premier League. Kekalahan melawan Brentford menjadi awal terpuruknya mereka dengan kembali ke zona merah. Lalu mereka juga kalah melawan Arsenal yang tengah mengunci gelar juara Premier League.
Puncaknya mereka kalah dari Newcastle dan harus menunggu hingga pekan terakhir dengan berharap Spurs menelan kekalahan. Di pekan terakhir West Ham menang besar atas Leeds United dengan skor 3-0, namu Spurs juga berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Everton.
Mereka pun akhirnya harus terdegradasi ke Championship setelah finish di peringkat ke-18 dengan mengoleksi 39 poin. Mereka terpaut dua poin saja dari Tottenham Hotspur di peringkat 17. Pada musim depan, West Ham akan kembali berhadapan dengan musuh abadinya Millwall di Championship.
●●●
Kunjungi halaman blog kami untuk membaca berita SEPAK BOLA dan informasi pasaran taruhan
Selalu menjadi yang terdepan dalam mendapatkan informasi seputar olahraga dan bursa taruhan



