Nottingham Forest mendapat kesempatan menarik untuk mengukur sejauh mana perkembangan mereka menjelang musim 2026/2027 ketika menghadapi Barcelona dalam Friuli Venezia Giulia Cup di Bluenergy Stadium, Udine, Italia. Pertandingan club friendly ini bukan sekadar laga persahabatan biasa karena format turnamen yang mempertemukan Forest, Barcelona, dan tuan rumah Udinese menggunakan pertandingan berdurasi 45 menit. Bagi Forest, menghadapi raksasa Spanyol menjadi ujian penting setelah serangkaian hasil positif selama pramusim. Sementara bagi Barcelona, turnamen ini menjadi ruang untuk menguji pemain muda dan pemain pelapis yang sedang berusaha mendapatkan tempat di skuad utama. Simak ulasan SBOTOP berikut.
Forest Menatap Musim Baru dengan Optimisme
Nottingham Forest memasuki pramusim dengan harapan besar setelah melewati musim yang penuh gejolak. Musim sebelumnya mereka nyaris terdegradasi setelah hanya finis di posisi ke-16 Premier League. Pergantian pelatih sebanyak empat kali membuat perjalanan klub semakin tidak stabil, meskipun Forest mampu menciptakan kejutan dengan melangkah hingga semifinal Liga Europa.
Kini, Oliver Glasner menjadi sosok yang dipercaya memimpin proses pembangunan kembali tim. Pelatih tersebut memiliki pengalaman positif bersama Crystal Palace dan diharapkan mampu memberikan stabilitas yang selama ini hilang dari Forest.

Perkembangan selama pramusim menunjukkan tanda-tanda menjanjikan. Forest berhasil mengalahkan Notts County dengan skor 2-0, Blackburn Rovers 3-0, dan Portimonense 2-1. Mereka juga bermain imbang 1-1 melawan Vitoria SC. Satu-satunya hasil negatif datang ketika mereka kalah telak 4-1 dari Sporting.
Rangkaian pertandingan tersebut memberikan gambaran bahwa Forest mulai menemukan pola permainan yang diinginkan Glasner. Namun, menghadapi Barcelona tentu berada pada tingkat kesulitan yang berbeda. Karena itu, pertandingan di Udine dapat menjadi tolok ukur yang jauh lebih realistis mengenai kesiapan Forest menghadapi persaingan Premier League.
Forest dijadwalkan memulai musim 2026/2027 dengan bertandang ke markas Leeds United pada 22 Agustus. Artinya, waktu untuk menyempurnakan persiapan semakin terbatas dan setiap pertandingan pramusim memiliki nilai penting.
Barcelona Masih Memberi Ruang kepada Pemain Muda
Barcelona datang ke turnamen ini dengan agenda yang sedikit berbeda. Sebagian besar pemain utama mereka baru saja menjalani Piala Dunia sehingga klub masih memberikan kesempatan kepada pemain pelapis, talenta akademi, dan rekrutan baru untuk mendapatkan menit bermain.
Barcelona baru menjalani dua pertandingan pramusim. Mereka mengawali persiapan dengan kemenangan meyakinkan 4-1 atas CE Europa sebelum kalah dari Birmingham City melalui adu penalti. Dalam pertandingan tersebut, Barcelona lebih banyak mengandalkan pemain muda sehingga hasil akhir tidak sepenuhnya menggambarkan kekuatan tim utama.
Salah satu pemain yang mencuri perhatian adalah Hamza Abdelkarim. Penyerang berusia 18 tahun itu mencetak dua gol dalam pertandingan melawan Birmingham City. Salah satunya lahir melalui tendangan penalti, sedangkan gol lainnya tercipta setelah ia memanfaatkan bola muntah hasil penyelamatan kiper lawan.
Performa tersebut semakin menarik karena Abdelkarim sebelumnya menjadi bagian penting dari tim Barcelona yang menjuarai liga U-19. Ia mencetak enam gol dalam 11 pertandingan dan pernah mencetak hat-trick hanya dalam waktu sekitar setengah jam pada pertandingan terakhir musim lalu. Kesempatan tampil melawan Forest dapat menjadi panggung berikutnya bagi sang penyerang muda untuk menunjukkan bahwa dirinya layak mendapatkan perhatian lebih besar dari tim utama.
Pemain Senior Mulai Kembali
Barcelona diperkirakan mulai memasukkan beberapa pemain reguler setelah sebagian anggota skuad kembali menjalani persiapan pasca-Piala Dunia. Kehadiran pemain senior akan memberikan keseimbangan lebih baik antara pengalaman dan energi pemain muda.
Namun, Frenkie de Jong masih belum diperkirakan tampil karena tengah menjalani proses pemulihan dari cedera lutut. Kondisi tersebut membuat lini tengah Barcelona masih harus disusun dengan mempertimbangkan kesiapan pemain yang tersedia.
Marc Casado juga menjadi salah satu nama yang menarik perhatian setelah masa depannya di klub mulai dipertimbangkan. Jika Barcelona membutuhkan tambahan pemain di lini tengah, pertandingan melawan Forest dapat menjadi kesempatan bagi gelandang berusia 22 tahun tersebut untuk kembali menunjukkan kemampuannya.
Situasi seperti ini membuat pertandingan berdurasi pendek di Udine menjadi sangat berguna bagi Barcelona. Pemain muda dapat memperoleh pengalaman menghadapi lawan dengan gaya berbeda, sementara para pemain senior yang baru kembali dapat membangun kebugaran secara bertahap.
Forest Masih Dihantui Masalah Cedera
Optimisme Forest tetap harus diimbangi dengan persoalan kebugaran sejumlah pemain. Murillo masih harus menepi setelah mengalami masalah pada paha dan belum siap kembali ke lapangan.
Callum Hudson-Odoi juga masih menjalani proses pemulihan. Meski kondisinya terus membaik, ia diperkirakan baru dapat kembali tersedia ketika musim baru semakin dekat.
Nicolo Savona juga masih diragukan tampil karena sedang berusaha mengembalikan kondisi fisiknya ke level terbaik. Absennya beberapa pemain utama tentu mengurangi pilihan Glasner, terutama ketika pertandingan berlangsung dalam format yang membutuhkan rotasi cepat.
Meski demikian, kondisi tersebut justru dapat memberikan kesempatan kepada pemain pelapis untuk membuktikan kemampuan. Laga melawan Barcelona menjadi panggung ideal bagi pemain yang ingin meyakinkan Glasner bahwa mereka layak masuk dalam rencana utama musim baru.
Format Turnamen Membuat Pertandingan Semakin Menarik
Friuli Venezia Giulia Cup memiliki format yang tidak biasa. Forest, Barcelona, dan Udinese akan memainkan pertandingan selama 45 menit. Jika pertandingan berakhir imbang setelah waktu normal, pemenang ditentukan melalui adu penalti.
Sistem poinnya juga berbeda. Tim yang menang dalam waktu normal memperoleh tiga poin, sedangkan pertandingan yang berakhir imbang dan harus ditentukan lewat adu penalti memberikan dua poin kepada pemenang dan satu poin kepada tim yang kalah dalam adu penalti.
Format tersebut membuat setiap menit pertandingan menjadi penting. Tidak ada banyak waktu bagi tim untuk beradaptasi, sehingga intensitas kemungkinan akan meningkat sejak awal pertandingan.
Bagi pelatih, format seperti ini juga menjadi kesempatan untuk menguji keputusan taktis dalam situasi yang berbeda. Rotasi pemain menjadi lebih penting karena durasi singkat membuat perubahan susunan pemain dapat langsung memberikan pengaruh besar terhadap permainan.
Barcelona dan Forest Punya Sejarah yang Tidak Biasa
Pertemuan antara Barcelona dan Nottingham Forest bukan sesuatu yang sering terjadi. Kedua klub baru bertemu dua kali sebelumnya, dan Forest justru memiliki rekor tidak terkalahkan.
Pertemuan tersebut terjadi pada final Piala Super Eropa 1980. Forest memenangkan leg pertama dengan skor 1-0 melalui gol Charlie George. Pada pertandingan kedua, kedua tim bermain imbang 1-1 setelah Roberto Dinamite dan Kenneth Burns mencetak gol.
Dengan agregat 2-1, Nottingham Forest keluar sebagai pemenang. Rekor tersebut memberikan cerita menarik menjelang pertemuan ketiga mereka, meskipun hasil dari puluhan tahun lalu tentu tidak bisa dijadikan ukuran kekuatan kedua tim saat ini.
Barcelona juga akan kembali ke Udine setelah hampir dua dekade. Terakhir kali mereka bermain di kota tersebut adalah ketika menghadapi Udinese dalam fase grup Liga Champions 2005-06.
Forest Bisa Menjadikan Barcelona sebagai Tolok Ukur
Pertandingan ini memiliki arti lebih besar bagi Nottingham Forest karena mereka membutuhkan ukuran yang jelas mengenai perkembangan tim di bawah Glasner. Kemenangan atas sejumlah klub selama pramusim memang memberikan kepercayaan diri, tetapi Barcelona menawarkan tantangan dengan kualitas pemain dan pengalaman yang berbeda.
Forest tidak harus mendominasi pertandingan untuk mendapatkan manfaat dari duel tersebut. Kemampuan bertahan, transisi menyerang, intensitas tekanan, serta efektivitas dalam memanfaatkan peluang akan menjadi aspek yang menarik untuk diperhatikan. Sementara itu, Barcelona memiliki tujuan yang lebih luas. Mereka ingin memastikan pemain muda dapat berkembang tanpa kehilangan keseimbangan ketika berhadapan dengan tim Premier League. Pemain yang tampil menonjol di Udine berpeluang mendapatkan kepercayaan lebih besar ketika musim resmi dimulai.
●●●
Kunjungi halaman blog kami untuk membaca berita SEPAK BOLA dan informasi pasaran taruhan
Selalu menjadi yang terdepan dalam mendapatkan informasi seputar olahraga dan bursa taruhan



