Amerika Serikat 2-5 Belgia
Amerika Serikat harus mengakui keunggulan Belgia dengan skor telak 2-5 di Mercedes-Benz Stadium dalam pertandingan bertajuk international friendly yang digelar pada Minggu (29/3/2026). Weston McKennie dan Patrick Agyemang mencetak gol untuk tim tuan rumah. Namun, tim tamu membalikkan situasi melalui gol-gol dari Zeno Debast, Amadou Onana, Charles De Ketelaere serta brace Dodi Lukebakio.
Jalannya Pertandingan
Babak pertama
Amerika Serikat yang ditangani Mauricio Pochettino sempat menunjukkan awal yang menjanjikan dalam pertandingan tersebut. Mereka berhasil membuka keunggulan lebih dulu lewat gol Weston McKennie pada menit ke-39 setelah memanfaatkan peluang dengan baik.
Gol tersebut sempat memberikan kepercayaan diri tambahan bagi skuad Amerika Serikat. Permainan mereka terlihat lebih terorganisir dan mampu menekan lini pertahanan lawan untuk beberapa saat.
Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama karena Belgia mulai menemukan ritme permainan mereka. Secara perlahan, tim Eropa tersebut mengambil alih kendali dan membuat Amerika Serikat kesulitan mengembangkan permainan.
Belgia akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjelang berakhirnya babak pertama. Gol tersebut dicetak oleh Zeno Debast melalui tendangan jarak jauh yang tak mampu diantisipasi dengan sempurna oleh kiper lawan.
Setelah gol penyeimbang itu, momentum pertandingan berbalik ke pihak Belgia. Mereka tampil semakin percaya diri dan terus menekan pertahanan Amerika Serikat dengan serangan yang lebih variatif.
Dominasi Belgia pun semakin terasa seiring berjalannya waktu. Sementara itu, Amerika Serikat harus bekerja ekstra keras untuk menjaga keseimbangan permainan dan menghindari tekanan yang terus meningkat.
Babak kedua
Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan berubah cukup drastis dengan tekanan yang terus meningkat dari tim tamu. Mereka langsung berbalik unggul pada menit ke-53 melalui gol Amadou Onana yang memanfaatkan celah di lini pertahanan lawan.
Gol tersebut membuat Belgia semakin percaya diri dalam menguasai permainan. Hanya enam menit berselang, keunggulan mereka bertambah setelah Charles De Ketelaere sukses mengeksekusi penalti.
Hadiah penalti itu diberikan usai kapten Amerika Serikat, Tim Ream, melakukan handball di area terlarang yang kemudian dikonfirmasi melalui VAR. Keputusan tersebut sempat memicu protes, namun wasit tetap pada keputusannya setelah melihat tayangan ulang.

Dominasi Belgia terus berlanjut tanpa banyak hambatan berarti dari pihak tuan rumah. Pada menit ke-68, Dodi Lukebakio mencatatkan namanya di papan skor dan membuat jarak semakin melebar.
Performa Jeremy Doku di sisi kiri lapangan menjadi salah satu faktor penting di balik agresivitas serangan Belgia. Aksinya yang lincah dan penuh kreativitas berkali-kali merepotkan lini belakang Amerika Serikat.
Menjelang akhir laga, Lukebakio kembali mencetak gol keduanya pada menit ke-81 setelah menerima umpan tarik matang dari Timothy Castagne. Amerika Serikat sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Patrick Agyemang pada menit ke-87, memanfaatkan kesalahan lini belakang Belgia yang kurang sigap.
Susunan Pemain
Amerika Serikat (4-2-3-1): Matt Turner; Antonee Robinson (Max Arfsten 64′), Tim Ream, Mark McKenzie, Timothy Weah (Sebastian Berhalter 64′); Tanner Tessmann (Alex Freeman 64′), Johnny Cardoso (Cristian Roldan 45′); Christian Pulisic (Ricardo Pepi 71′), Malik Tillman (Joe Scally 71′), Weston McKennie (Giovanni Reyna 70′); Folarin Balogun (Patrick Agyemang 71′)
Pelatih: Mauricio Pochettino
Belgia (4-2-3-1): Senne Lammens; Maxim De Cuyper (Joaquin Seys 61′), Brandon Mechele (Koni De Winter 62′), Zeno Debast (Nathan Ngoy 62′), Thomas Meunier (Timothy Castagne 70′); Amadou Onana (Nathan De Cat 70′), Nicolas Raskin (Axel Witsel 790′); Jeremy Doku (Mika Godts 70′), Alexis Saelemaekers (Dodi Lukebakio 62′), Kevin De Bruyne (Youri Tielemans 70′); Charles De Ketelaere (Lois Openda 62′)
Pelatih: Rudi Garcia
Statistik
Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 2-5, Amerika Serikat sebenarnya sedikit lebih unggul dalam penguasaan bola dengan 51,5% dibandingkan Belgia yang mencatat 48,5%. Meski demikian, keunggulan tersebut tidak terlalu berdampak signifikan terhadap hasil akhir karena efektivitas serangan Belgia jauh lebih tinggi.
Dari segi peluang, Belgia tampil jauh lebih agresif dengan total 21 percobaan tembakan, sementara Amerika Serikat hanya mencatat 12 kali percobaan. Ketajaman Belgia juga terlihat dari 10 tembakan tepat sasaran, dua kali lipat lebih banyak dibandingkan lima tembakan on target milik Amerika Serikat.
Dalam aspek permainan fisik, kedua tim tidak terpaut jauh dengan Amerika Serikat melakukan 8 pelanggaran dan Belgia 10 pelanggaran sepanjang laga. Namun, Amerika Serikat harus menerima dua kartu kuning, sementara Belgia mampu menjaga disiplin tanpa mendapatkan satu pun kartu.
Situasi bola mati berjalan cukup seimbang dengan masing-masing tim memperoleh enam tendangan sudut. Dari sisi pertahanan, kiper Amerika Serikat dipaksa bekerja lebih keras dengan melakukan lima penyelamatan, sedangkan kiper Belgia hanya mencatat tiga penyelamatan sepanjang pertandingan.
Catatan Pertandingan
Amerika Serikat sempat berada di atas angin setelah lebih dulu unggul melalui Weston McKennie, tetapi situasi berubah drastis hingga mereka harus menerima kekalahan telak. Hasil tersebut menjadi kekalahan terbesar yang mereka alami dalam laga ketika sempat memimpin sejak hampir tujuh dekade terakhir.
Margin kekalahan itu juga tercatat sebagai yang terburuk dalam kondisi serupa sejak kekalahan 1-8 dari Inggris pada tahun 1959. Catatan ini menunjukkan betapa besar perubahan momentum yang terjadi sepanjang pertandingan.
Pelatih Mauricio Pochettino diperkirakan akan menyoroti lemahnya pertahanan timnya dalam laga tersebut. Belgia mampu mendominasi dengan total 21 percobaan tembakan, termasuk 10 yang mengarah tepat ke gawang.
Dari sisi kualitas peluang, tim berjuluk Red Devils itu menghasilkan peluang dengan nilai expected goals mencapai 2,36. Angka tersebut mencerminkan efektivitas serangan mereka yang konsisten menekan lini belakang Amerika Serikat.
Jeremy Doku memang tidak mencetak gol, namun kontribusinya tetap signifikan dalam jalannya pertandingan. Ia terlibat langsung dalam dua gol Belgia dan terus memberikan ancaman di sisi sayap.
Selain itu, Doku juga menciptakan tiga peluang sepanjang pertandingan, jumlah yang menjadi salah satu yang tertinggi di lapangan. Catatan tersebut sejajar dengan kontribusi Kevin De Bruyne dan Malik Tillman dalam hal menciptakan peluang bagi tim masing-masing.
Pertandingan Berikutnya
Amerika Serikat akan menjamu Portugal di Los Angeles Stadium dalam lanjutan international friendly yang digelar pada 1 April 2026. Di sisi lain, Belgia akan bertandang ke Estadio Azteca untuk menghadapi Meksiko dalam ajang dan waktu yang sama.
Jangan ketinggalan sengitnya persaingan di International Friendly. Simak terus prediksi kompetisi tersebut di SBOTOP.
●●●
Kunjungi halaman blog kami untuk membaca berita SEPAK BOLA dan informasi pasaran taruhan
Selalu menjadi yang terdepan dalam mendapatkan informasi seputar olahraga dan bursa taruhan



